Blog

Website Kepala Bappeda Sumenep Sampaikan Usulan Pembangunan Kepulauan di Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Jatim

Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Jawa Timur sukses digelar oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur di Shangri-La Hotel, Kecamatan Sawahan Surabaya, dari Kamis hingga Jumat, 30 – 31 Januari 2025.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto bersama 11 Kepala Bappeda dari kabupaten atau kota lainnya di Jawa Timur, serta pihak-pihak lainnya seperti organisasi, instansi serta perguruan tinggi.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menyambut secara positif kegiatan ini lantaran menjadi momentum penting dalam upaya penyelarasan perencanaan pembangunan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Terlihat dalam satu kesempatan, Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menandatangani Berita Acara pada kegiatan yang ditujukan untuk memberikan masukan terhadap penyusunan RKPD Provinsi Jatim Tahun 2026.

Dalam kesempatannya, Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto memprioritaskan pembangunan kepulauan dalam tanggapan dan masukan di Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Jatim 2026.

Arif Firmanto menyampaikan pentingnya intervensi kebijakan oleh pemerintah untuk membangun infrastruktur kepulauan dari berbagai sektor, seperti halnya sektor kesehatan, sumber daya air, dan infrastruktur transportasi penghubung kepulauan dan daratan.

“Di wilayah kepulauan, telah didirikan Rumah Sakit Abuya Kangean, dengan harapan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan. Namun kondisi tersebut dirasa masih kurang sehingga dibutuhkan intervensi dari pemerintah provinsi,” tuturnya.

Di sektor sumber daya air, Arif Firmanto memberikan masukan tentang pentingnya infrastruktur yang dapat membantu masyarakat kepulauan dalam mengantisipasi kekeringan.

“Kondisi sumber daya air kepulauan dan pesisir sangatlah terbatas, hal ini disebabkan oleh dominasi air asin pada daerah tersebut. Sehingga perlu adanya infrastruktur pendukung seperti waduk, embung, kapal tangki air dan lainnya, khususnya di daerah rawan kekeringan,” jelasnya.

Pandangan visioner Arif Firmanto tentang pembangunan kepulauan terus disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Jatim, seperti halnya saat memberikan masukan tentang pentingnya infrastruktur kepulauan transportasi.

Hal ini, sambungnya, teramat penting untuk diintervensi melalui berbagai kebijakan mengingat Sumenep membutuhkan penghubung transportasi dengan jumlah kepulauan yang banyak dimiliki.

“Peningkatan infrastruktur yang mendukung konektivitas, seperti reaktivasi air strip Masalembu, percepatan Bandara Kangean, Bandara Arjasa,” tukasnya.